Hal Yang Dirasakan Muslim Di Amerika Pasca Tragedi Wtc 911

11 September 2001 merupakan hari yang tragis untuk warga Amerika Serikat, dimana gedung WTC mengalami teror hingga meruntuhkan gedungnya. Tak butuh waktu lama untuk gedung sebesar WTC hancur dan rata dengan tanah, dimana waktu yang dibutuhkan hanya selama 2 jam dan dikenal dengan hancurnya WTC 911. Penghancuran gedung itu dilakukan oleh anggota al-Qaeda, dan diketahui bahwa al-Qaeda adalah organisasi yang dipimpin oleh Osama bin Laden.

Tentu dengan adanya peristiwa WTC 911, pandangan warga Amerika Serikat langsung berbeda pada umat Islam yang tinggal disana. Salah satu dampak yang dirasakan adalah profiling, dimana ini adalah tindakan mencurigai seseorang hanya melihat dari ras ataupun etnisnya. Tindakan ini langsung menjadi perhatian dari Hussein Ibish, yang merupakan Direktur Komunikasi Komite Anti Deskriminasi Warga Amerika Keturuan Arab atau yang disingkat ADC. Lebih dari 2 dasawarsa ADC terus memantau status hak sipil warga Amerika keturunan Arab, bahkan sebelum terjadinya serangan 11 September ini profiling ini sudah dirasakan warga Amerika keturunan Arab.

Terutama para warga yang ingin naik alat transportasi udara, dan hal ini juga diakui oleh para penguasa. Mereka mengatakan pada publik, bahwa mereka benar adanya melakukan hal itu. Padahal kebijakan resmi mengatakan bahwa seseorang tidak diperbolehkan mencurigai seseorang hanya dari etnis dan rasnya saja, dan hal itu nyatanya dilakukan oleh para petinggi dan sasarannya adalah para warga Amerika keturunan Arab. Meskipun hal itu dilakukan, nyatanya tidak ada hasil yang menunjukkan bahwa hal itu benar-benar menjadi ancaman proses penerbangan.

Presiden Bush pun tidak tinggal diam dengan adanya hal itu, dimana dirinya mengatakan bahwa perang yang dilancarkannya guna memerangi teroris bukan memerangi Islam. Berselang beberapa hari setelah peluncuran serangan tersebut, Bush mengunjungi Islamic Center, Washington DC. Dirinya mengatakan bahwa wajah teror bukanlah wajah Islam yang sejati, dan itu bukanlah ajaran yang diajarkan oleh agama Islam. Islam adalah agama perdamaian, dan para teroris itu tidak mewakili perdamaian. Mereka malah mewakili atas tindak kejahatan, dan mungkin lebih parah dari itu.

Hal Yang Dirasakan Muslim Di Amerika Pasca Tragedi Wtc 911

Untunglah dengan adanya penegasan berkelanjutan ini, menjadikan umat muslim yang ada di Amerika menjadi lebih tenang dan tidak merasa di curigai lagi. Negara Amerika terus menerus memberikan pengertian, bahwa perang yang dilakukan dalam waktu lama itu bukan untuk memerangi Islam melainkan memerangi teroris. Meskipun demikian, masih ada orang-orang yang merasa bahwa umat Islam yang ada di Amerika adalah teroris. Mereka tidak memikirkan apa yang sebenarnya ada di agama Islam, karena mereka tidak ingin mencari tahu dan tidak mau tau akan hal itu.

Demikian artikel mengenai hal yang dirasakan umat Islam pasca terjadinya teror yang menewaskan ribuan orang, dan semoga dengan adanya artikel tentang WTC 911 ini bisa menambah wawasan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Tweet
Share
Pin
Share